Friday, May 18, 2012

Kontrovesi Soegija ?

 Soegija adalah film drama epik sejarah dari Indonesia yang disutradarai oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho, dibintangi oleh budayawan Nirwan Dewanto yang memerankan tokoh pahlawan nasional Albertus Soegijapranata. Film yang dibintangi aktor-aktor dari beragam latar belakang budaya ini akan diluncurkan di Indonesia pada tanggal 7 Juni 2012. Dengan anggaran sekitar Rp 12 Miliar, film ini menjadi film termahal yang disutradarai Garin Nugroho.

Film ini diproduksi dengan format film perjuangan yang mengambil cerita dari catatan harian tokoh Pahlawan Nasional Mgr. Soegijapranata, SJ dengan mengambil latar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat pada periode tahun 1947 – 1949. Film ini disutradarai oleh sutradara kawakan Garin Nugroho dengan mengambil latar daerah Yogyakarta dan Semarang. Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain, seperti Soekarno, Fatmawati, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Sri Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman, Soeharto, dll. Untuk bisa menggambarkan pengalaman Soegija, film ini banyak menampilkan tokoh-tokoh nyata tapi difiksikan baik dari Indonesia, Jepang, Belanda, sipil maupun militer dalam peristiwa-peristiwa keseharian yang direkonstruksi dengan cukup detil.

 Dengan mengangkat aspek kemanusiaan yang universal ketimbang menekankan aspek agama, film ini berkisah tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda (Indonesia sekarang), Monsinyur Albertus Soegijapranata SJ, dari sejak ditahbiskan hingga berakhirnya perang kemerdekaan Indonesia (1940 – 1949). Satu dasawarsa penuh gejolak ini ditandai dengan akhir penjajahan Belanda, masuk dan dimulainya masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan RI, dan kembalinya Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia sehingga memulai perang kemerdekaan Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut dituangkan Soegija dalam renungan-renungan dalam catatan hariannya, dan juga peran sertanya dalam meringankan beban penderitaan rakyat di tengah kekacauan perang. Dia mencoba berperan di semua tingkat, baik politik lokal, nasional dan internasional. Atas peran sertanya, Presiden Soekarno memberikan penghargaan dengan gelar Pahlawan Nasional.



Sutradara    Garin Nugroho
Produser     Djaduk Ferianto, Murti Hadi Wijayanto SJ, Tri Giovanni
Penulis        Armantono, Garin Nugroho
Pemeran     Nirwan Dewanto, Annisa Hertami, Wouter Zweers, Wouter Braaf, Nobuyuki Suzuki, Olga  
                  Lydia, Margono, Butet Kartaredjasa, Hengky Solaiman, Andrea Reva, Rukman Rosadi,
                  Eko Balung, Andriano Fidelis

Musik oleh          Djaduk Ferianto
Sinematografi      Garin Nugroho
Penyunting          Garin Nugroho
Studio                 Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta

Durasi                 115 menit
Anggaran            Rp 12 Miliar
    Pemeran
    Nirwan Dewanto sebagai Albertus Soegijapranata
    Andrea Reva sebagai Lingling
    Andriano Fidelis sebagai Banteng
    Annisa Hertami Kusumastuti sebagai Mariyem
    Butet Kertarajasa sebagai Koster Toegimin
    Cahwati sebagai Ciprit
    Cor Van Der Kruk sebagai Mgr Willekens
    Eko Balung sebagai Suwito
    Henky Solaiman sebagai Kakek Lingling
    Imam Wibowo sebagai Presiden Soekarno
    Landung Simatupang sebagai Pak Lurah
    Margono sebagai Pak Besut
    Marwoto sebagai Penjual Jamu
    Muhammad Abbe sebagai Maryono
    Nobuyuki Suzuki sebagai Nobuzuki
    Olga Lydia sebagai Ibu Lingling
    Rukman Rosadi sebagai Lantip
    Sagita sebagai Hamengkubuwono IX
    Soca Ling Respati sebagai Prajurit Kecil
    Wouter Zweers sebagai Robert


Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Soegija

No comments: